Meme Politik sebagai Instrumen Kritik Kebijakan Luar Negeri AS di Media Sosial Era Trump 2.0
Abstract
Perkembangan media sosial telah menggeser cara aktor non-negara maupun warganet biasa dalam merespons dan mengkritisi kebijakan luar negeri suatu negara. Berbagai platform media sosial, khususnya X (sebelumnya Twitter) dan Pinterest, telah menjadi arena utama produksi dan distribusi meme politik yang secara masif digunakan sebagai medium kritik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di era kepresidenan Donald Trump periode kedua (Trump 2.0, 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana meme-meme yang beredar di media sosial berfungsi sebagai instrumen kritik terhadap kebijakan luar negeri AS, khususnya di bidang ekonomi dan perdagangan internasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten dan kerangka teori framing Robert Entman (1993), penelitian ini mengkaji tiga sampel meme yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi tema dan tingkat penyebaran pada periode Januari hingga Mei 2025. Hasil penelitian menemukan bahwa meme-meme tersebut secara konsisten menggunakan pola framing kritik dan resistensi untuk mendefinisikan ulang kebijakan tarif dan perdagangan internasional Trump sebagai tindakan yang merugikan stabilitas ekonomi global, mengidentifikasi Trump sebagai aktor yang bertanggung jawab, serta menyebarkan penilaian moral negatif terhadap kebijakan unilateralis AS. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang peran meme sebagai instrumen komunikasi politik transnasional di era diplomasi digital.




